Sudah lama juga nih ngga nulis dan nengokin bloq kesayanganku ini, sibuk? Ngga juga sih, males. aja.... banyak kejadian beberapa bulan kebelakang, ada ponakanku married, kakakku meninggal, gula darahku naik hingga nyaris 400, juga tensiku yang mendadak jadi 170/95. Tapi syukur Alhamdulillah masih di kasih sehat sama Allah SWT. Kali ini aku mau menulis tentang perasaan, yah perasanku sendiri teristimewa setiap perang dingin dengan istri. Ada yang aneh dan membuatku membatin, setiap kali dia marah padaku selalu saja di ungkit-ungkit pengabdiannya selama ini kepadaku, kepada anak2 kami. Demi Allah aku tidak pernah berminat memperbudaknya, atau menyelesaikan semua pekerjaan rumah sendiri. Tetapi entah sadar atau tidak selalu saja kata-kata itu terucap tanpa dia sadari betapa sakitnya hatiku menerima semua itu. "LU TAU, GUE MENGABDI SAMA LU SAMA ANAK2 LU, TANPA PERNAH MENGENAL RASA CAPEK!!! GUE BUAT LU NYAMAN, GUE JADIIN LU RAJA!!! TAPI APA BALASAN LU BUAT GUE?.......Astagfirullah hal azhim. Biarlah laknat Allah tertimpa kepadaku andai aku sengaja memperlakukan istriku seperti itu.....Setiap kali aku mengingat kata-kata itu,rasanya aku malas untuk meneruskan hidup. Biarlah aku mati saja daripada hanya jadi benalu buat istriku. Aku rela menanggung semua dosa-dosanya di Akhirat kelak, Semua. Asalkan Allah berkenan untuk tidak memperpanjang masa edar di dunia ini. Aku ingin berkumpul dengan ibu dan bapakku, juga mbah, mbak tien dan mas totong, atau mama mertuaku dan papa mertuaku yang selama ini belum pernah ketemu dengan aku. Beliau sudah meninggal saat kami mariied.
Saat menulis artikel inipun, istriku sedang marah padaku. Kembali umpatan "MENGABDI" itu keluar dari mulutnya......Dan aku kembali drop.......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar